Powered By Blogger

Jumat, 21 September 2012


Pembagian Channel FM

Saluran FM di tetapkan secara internasional berada pada blok frekuensi VHF yaitu 30-300 MHz. Di Indonesia pembagian channel radio FM berbeda, yaitu setiap channel memiliki lebar 0, 35MHz sehingga rentang 87, 8-108MHz menjadi 57 channel (57 stasiun jika terpakai semuanya). Beberapa bulan yang lalu pemerintah melalui Keputusan Direktur Jenderal Postel nomor 15 A tahun 2004 yang merupakan turunan dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 15 tahun 2003 mengubah lebar kanal dari 0, 35MHz menjadi 0, 8MHz untuk kota-kota yang belum padat stasiun radionya, kota yang sudah padat dalam jangka 10 tahun akan diciutkan jumlah stasiun radionya.

Jumlah kanal yang disiapkan dalam alokasi frekuensi 87,5 MHz hingga 108 MHz memang sebanyak 204 kanal. Tapi, tentu saja hal itu tidak menyebabkan 204 stasiun radio bisa didirikan di kota kita. Sebab jarak antarkanal yang terlalu rapat akan menyebabkan interferensi antar stasiun radio. Berdasarkan ketentuaan teknis tersebut ditetapkanlah perencanaan kanal ( channeling plan):
Ø Kanal 1 s/d 201 untuk radio penyiaran public dan radio penyiaraan swasta;
Ø Kanal 202, 203 dan 204 untuk radio penyiaran komunitas.
Karena itu, aturan dalam Keputusan Menteri Perhubungan No KM 15 Tahun 2003 mensyaratkan jarak minimal antarkanal dalam satu area pelayanan (yang umumnya se-Kota atau se-Kabupaten) adalah 800 kHz. Kecuali pada kota besar semacam Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan yang sudah telanjur mempunyai stasiun cukup banyak. Jarak minimal untuk kota-kota itu adalah 400 kHz.

Jika jarak antara kanal minimum adalah 800 kHz, Maka jumlah stasiun radioa fm yang dapat diijinkan berdiri adalah sebanyak 25 stasiun. Jumlah ini diperoleh dengan mengalikan 204 kanal dengan 100 kHz menghasilkan 20.400 KHz dan kemudian dibagi dengan 800 KHz sehingga menjadi 25 stasiun. Dengan Formula yang sama, jumlah stasiun radio FM  maskimal untuk wilayah layanan di kota-kota yaitu: D.K.I, Jakarta ,bogor, bandung, semarang, Surabaya , dan medan adalah sebanyak 51 stasiun radio FM

Pembagian channel untuk tiap area layanan tentunya juga disesuaikan dengan faktor-faktor seperti : kepadatan penduduk, perkembangan kawasan, dan lainnya. Sebab, apalah gunanya menyediakan banyak kanal jika pendirian stasiun-stasiun baru di suatu area layanan tidak menjanjikan.
Propagasi atau arah penyebaraan sinyal FM bersifat langsung (direct) menuju menuju ke receiver, karena saluran FM tidak mengalami persoaalan dengan sky waves sebagaimana saluran AM. Transmisi siaran FM memiliki pola cakupan siaran yang stabil dengan bentuk dan tingakat atau ukuran frekuensi tergantung pada:
     1.Daya watt listrik
     2.Ketinggian tiang transmisi; dan
     3. Bentuk permukaan daratan.

Di Amerika serikat, kekuatan daya stasiun FM dan ketinggian pemancar di kelompokkan menjadi tiga kelas yaitu kelas A, B dan C dengan kombinasi daya watt dan ketinggian pemancar adalah 100.000 watt dan ketinggian menara 2.000 kaki. Di Indonesia kekuatan stasiun radio siaran public dan stasiun radio siaran swasta juga di klasifikasikkan dalam 4 kelas yaitu:
Ø 1.Kelas A, diperuntukkan bagi radio siaran di daerah Khusus ibu kota Jakarta dengan ERP antara 15 kW samapai dengan 63 kW, dengan wilayah layanan maksimum 30 km dari pusat kota;
Ø 2.Kelas B, diperuntukkan bagi radio siaran di daerah khusus ibu kota Jakarta /  di ibu kota porvinisi, dengan ERP antara 2kW sampai dengan 15 kW, dengan wilayah layanan maksimum 20 Km dari pusat kota; 
  3.Kelas C, diperuntukkan bagi radio siaran di kota lainnya, dengan Erp maksimum 4 kW dengan wilayah layanan maksimum 12 km dari pusat kota.
Ø 4.Kelas D, untuk stasiun radio komunitas, dengan ERP maksimum 50 W dengan wilayah layanan maksimum 2,5 km dari lokasi stasiun pemancar.

Letak lokasi pemancar dan ERP harus direncanakan sedemikian rupa sehingga akan di capai kuat medan maksimum sebagaimana yang di persyaratkan, dan tidak menimbulkkan gangguan interferensi di daerah layanan lain. “Sebagai catatan, layanan penyiaran televisi dengan daya yang tinggi dapat menyebabkan interferensi yang serius pada layanan komunikasi, meskipun layanan televise telah memenuhi semua persyaratan teknis seperti: radiasi di luar band, dan telah dipisahkan dengan baik dari layanan lain’’
Di antara keuntungan FM adalah bebas dari pengaruh gangguan udara, bandwidth (lebar pita) yang lebih besar, dan fidelitas yang tinggi. Jika dibandingkan dengan sistem AM, maka FM memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :
v Lebih tahan noise
Frekuensi yang dialokasikan untuk siaran FM berada diantara 88 108 MHz, dimana pada wilayah frekuensi ini secara relatif bebas dari gangguan baik atmosfir maupun interferensi yang tidak diharapkan. Jangkauan dari sistem modulasi ini tidak sejauh, jika dibandingkan pada sistem modulasi AM dimana panjang gelombangnya lebih panjang. Sehingga noise yang diakibatkan oleh penurunan daya hampir tidak berpengaruh karena dipancarkan secara LOS (Line Of Sight).
v Bandwith yang Lebih Lebar
Saluran siar FM standar menduduki lebih dari sepuluh kali lebar bandwidth (lebar pita) saluran siar AM. Hal ini disebabkan oleh struktur sideband nonlinear yang lebih kompleks dengan adanya efek-efek (deviasi) sehingga memerlukan bandwidth yang lebih lebar dibanding distribusi linear yang sederhana dari sideband-sideband dalam sistem AM. Band siar FM terletak pada bagian VHF (Very High Frequency) dari spektrum frekuensi di mana tersedia bandwidth yang lebih lebar daripada gelombang dengan panjang medium (MW) pada band siar AM.
v Fidelitas Tinggi
Respon yang seragam terhadap frekuensi audio (paling tidak pada interval 50 Hz sampai 15 KHz), distorsi (harmonik dan intermodulasi) dengan amplitudo sangat rendah, tingkat noise yang sangat rendah, dan respon transien yang bagus sangat diperlukan untuk kinerja Hi-Fi yang baik. Pemakaian saluran FM memberikan respon yang cukup untuk frekuensi audio dan menyediakan hubungan radio dengan noise rendah. Karakteristik yang lain hanyalah ditentukan oleh masalah rancangan perangkatnya saja.
v Transmisi Stereo
Alokasi saluran yang lebar dan kemampuan FM untuk menyatukan dengan harmonis beberapa saluran audio pada satu gelombang pembawa, memungkinkan pengembangan sistem penyiaran stereo yang praktis. Ini merupakan sebuah cara bagi industri penyiaran untuk memberikan kualitas reproduksi sebaik atau bahkan lebih baik daripada yang tersedia pada rekaman atau pita stereo. Munculnya compact disc dan perangkat audio digital lainnya akan terus mendorong kalangan industri peralatan dan teknisi siaran lebih jauh untuk memperbaiki kinerja rantai siaran FM secara keseluruhan.
v Hak komunikasi Tambahan
Bandwidth yang lebar pada saluran siar FM juga memungkinkan untuk memuat dua saluran data atau audio tambahan, sering disebut Subsidiary Communication Authorization (SCA), bersama dengan transmisi stereo. Saluran SCA menyediakan sumber penerimaan yang penting bagi kebanyakan stasiun radio dan sekaligus sebagai media penyediaan jasa digital dan audio yang berguna untuk khalayak.
FM terdiri atas rangkaian blok subsistem yang memiliki fungsi tersendiri, yaitu:
1. FM exciter merubah sinyal audio menjadi frekuensi RF yang sudah termodulasi
2. Intermediate Power Amplifier (IPA) dibutuhkan pada beberapa pemancar untuk meningkatkan tingkat daya RF agar mampu menghandle final stage
3. Power Amplifier di tingkat akhir menaikkan power dari sinyal sesuai yang dibutuhkan oleh sistem antena
4. Catu daya (power supply) merubah input power dari sumber AC menjadi tegangan dan arus DC atau AC yang dibutuhkan oleh tiap subsistem
5. Transmitter Control System memonitor, melindungi dan memberikan perintah bagi tiap subsistem sehingga mereka dapat bekerja sama dan memberikan hasil yang diinginkan
6. RF lowpass filter membatasi frekuensi yang tidak diingikan dari output pemancar
7. Directional coupler yang mengindikasikan bahwa daya sedang dikirimkan atau diterima dari sistem antenna
FM Exciter
Jantung dari pemancar siaran FM terletak pada exciter-nya. Fungsi dari exciter adalah untuk membangkitkan dan memodulasikan gelombang pembawa dengan satu atau lebih input (mono, stereo, SCA) sesuai dengan standar FCC. Gelombang pembawa yang telah dimodulasi kemudian diperkuat oleh wideband amplifier ke level yang dibutuhkan oleh tingkat berikutnya.
Direct FM merupakan teknik modulasi dimana frekuensi dari oscilator dapat diubah sesuai dengan tegangan yang digunakan. Seperti halnya oscilator, disebut voltage tuned oscilator (VTO) dimungkinkan oleh perkembangan dioda tuning varaktor yang dapat merubah kapasitansi menurut perubahan tegangan bias reverse (disebut juga voltage controlled oscillator atau VCO).
Kestabilan frekuensi dari oscillitor direct FM tidak cukup bagus, untuk itu dibutuhkan automotic frekuensi control system (AFC) yang menggunakan sebuah kristal oscillator stabil sebagai frekuensi referensi. Komponen AFC berperan sebagai pengatur frekuensi yang dibangkitkan oscillator lokal untuk dicatukan ke mixer, sehingga frekuensi oscillator menjadi stabil.

Senin, 10 September 2012

JENIS-JENIS MODULASI

JENIS- JENIS MODULASI
Modulasi adalah suatu proses dimana properti atau parameter darisuatu gelombang divariasikan secara proporsional terhadap gelombang yanglain. Parameter yang diubah tergantung pada besarnya modulasi yang diberikan.Proses modulasi membutuhkan dua buah sinyal yaitu sinyal pemodulasi yangderupa dinyal informasi yang dikirim, dan sinyal carrier dimana sinyal informasitersebut ditumpangkan. (Krauss, H.L, Raab, F.H. 1990)
 
             Modulasi memiliki dua macam jenis, yaitu
v       *modulasi sinyal analog.
v       *modulasi sinyal digital.
CONTOH MODULASI SINYAL ANALOG adalah
·         Frequency Modulation (FM)
·         AmplitudeModulation(AM).
CONTOH MODULASI SINYAL antara lain
Ø  AmplitudeShiftKeying    (ASK),
Ø  PhaseShiftKeying     ( PSK),
Ø  FrequencyShiftKeying      (FSK).
.
Tujuan dilakukannya proses modulasi antara lain :
1.untuk memudahkan proses radiasia.Pada kanal komunikasi berupa udara, diperlukan antena untuk prosespemancaran/radiasi dan penerimaan sinyal.b.Dimensi antena adalah berbanding terbalik dengan frekwensi sinyal yangdipancarkan/diterimanya.
2.untuk memungkinkan multiplexing jika sebuah media transmisi dapat digunakan oleh beberapa kanal,maka modulasi dapat digunakan untuk menempatkan masing-masing kanal padawilayah spektrum frekwensi yang berbeda. Contohnya : teknik fdm pada sistemtelepon.
3.Untuk mengatasi keterbatasan peralatana.
a.Pembuatan peralatan pengolahan sinyal (signal processing devices) seperti filter dan amplifier memiliki tingkat kesulitan yang berbeda untuk spektrumfrekwensi tertentu.
b.Untuk itu modulasi dapat digunakan untuk menempatkan sinyal informasi kewilayah spektrum tertentu, dimana pembuatan peralatan pengolahansinyalnya menjadi paling mudah.
4.Untuk memungkinkan pembagian frekuensi.
a. Modulasi memungkinkan beberapa stasiun radio dan televisi untukmelakukan siaran secara bersamaan menggunakan frekwensi sinyalpembawa yang berbeda. sehingga tidak akan terjadi interferensi antar stasiun.
b. Di sisi penerima, dengan adanya modulasi, maka dapat dilakukan pemilihanterhadap stasiun siaran yang memang ingin didengarkan/ditonton.contohnya: siaran radio dan televisi.
5.Untuk mengurangi pengaruh noise dan interferensia.
a.Pengaruh noise dan interferensi tidak dapat seluruhnya dihilangkan darisistem komunikasi.
b.Namun dimungkinkan untuk menekan pengaruh gangguan tersebut denganmenggunakan teknik modulasi tertentu.
  C. Sehingga penggunaan teknik modulasi secara umum akan menyebabkanbandwidth transmisi yang lebih besar dari bandwidth sinyal informasinya. secara umum akan menyebabkanbandwidth transmisi yang lebih besar dari bandwidth sinyal informasinya.
* Modulasi Analog
Pada Teknik Modulasi Analog sinyal informasi yang ditumpangkan padasinyal pembawa adalah Sinyal Analog.Teknik Modulasi Analog yang ada antara lain:
1.Modulasi Linier (Linear Modulation)
2.Modulasi Sudut (Angle Modulation)

1. Modulasi Linier 
Menerapkan proses translasi frekwensi langsung dari spektrum sinyalinformasi dengan menggunakan sinyal pembawa sinusoidal. Modulasi Linier sendiri memiliki beberapa aplikasi dengan kelebihandan kekurangan masing-masing, yakni:

o  A Amplitude Modulation      (AM)
o   Double-Sideband Modulation (DSB)
o   Single-Sideband Modulation  (SSB)

o   Modulasi Amplitudo
Modulasi amplitudo adalah suatu proses mengubah amplitudo gelombangpembawa sesuai dengan bentuk dari gelombang informasi. Bila suatu gelombangpembawa dimodulasi amplitudo, maka amplitudo bentuk gelombang pembawadbuat berubah sebanding dengan tegangan yang memodulasi

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT3MA1LN-WMGnUGGAHAjn_wpdwyAxMV3DqajUqBFS906A7d-Ve0http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSRu7QQExPDajXBGAP3xlaEjFwHj3AKrXog1mExrzTEwG_GhLyZ
o   Double Side Band (DSB)
A. Double-Sideband -Suppressed Carrier (DSB –SC )Dalam modulasi AM, amplitudo dari suatu sinyal carrier, denganfrekuensi dan phase tetap, divariasikan oleh suatu sinyal lain (sinyal informasi).


http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQzPRGuECvtwcQyKf5c4oIuh5UkIpsTKA9khgBpcDwJx2mGFDGP
B. Double Side Band-Large Carrier (AM)
Penggunaan metode modulasi suppressed carrier memerlukan peralatanyang rumit pada bagian penerima, berkaitan dengan perlunya pembangkitancarrier dan sinkronisasi phase. Jika sistem didisain untuk memperoleh penerimayang relatif sederhana, maka beberapa kompromi harus dibuat walaupun harus mengurangi efisiensi pemancar. Untuk itu identitas carrier dimasukkan ke dalamsinyal yang ditransmisikan, dimana sinyal carrier dibuat lebih besar dari sinyalyang lain. Karena itu sistem seperti ini disebut Double-Sideband Large Carrier (DSB-LC) atau umumnya dikenal dengan istilah AM.
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRihMIpB72iLA7mMXD4rDSOv9xHdCNt8irwXjNfoMEf6sSeiQCp
o   Single Side Band
Sinyal AM yang termodulasi secara penuh, dua per tiga daya-nyatersimpan dalam sinyal carrier dan hanya seper tiga daya-nya berupa sinyal side-band. Pada hal sinyal side-band-lah yang mengandung informasi yangditransmisikan dan sinyal carrier sekedar merupakan kendaraan pengantar informasi yang diperlukan rangkaian penerima untuk men-demodulasi informasi.Jika sinyal carrier bisa dibuang dan hanya sinyal side-band yang ditransmisikanmaka dengan daya yang sama informasi bisa ditransmisikan lebih jauh. Di sisipenerima, diinjeksikan kembali sinyal carrier agar informasi bisa di-demodulasi.Sistem komunikasi dengan menggunakan Single Side Band sudah lamadikenal di kalangan amatir radio. Peralatan komunikasi pada band HFkebanyakan menggunakan mode ini karena mode ini menggunakan bandwidthyang sempit yaitu sekitar 2,4 KHz, maka daya jangkau perangkat komunikasi inipada daya pancar yang sama bisa lebih jauh bila di bandingkan dengan modeAM yang yang dipakai untuk radio siaran..
Gambar 2.5
Blok diagram transceiver SSB 80 Meter Band
Sekarang dipasaran memang banyak beredar transceiver SSB yangsudah jadi alias buatan pabrik dangan berbagai macam merek, misalnya Yaesu,
http://htmlimg2.scribdassets.com/8wsnld8ldsl50dg/images/15-fea6ba8953.jpghttp://htmlimg2.scribdassets.com/8wsnld8ldsl50dg/images/15-fea6ba8953.jpg

2. Modulasi Sudut
Modulasi sudut terdiri dari dua macam yaitu modulasi frekuensi dan modulasi phasa, sinyal informasi dapat digunakan untuk mengubah frekuensipembawa, sinyal informasi dapat digunakan untuk mengubah frekuens pembawa, sehingga menimbulkan modulasi frekuensi, atau untuk mengubahsudut fasa yang mendahului atau tertinggal, sehingga menimbulkan modulasiphasa, keduanya adalah parameter dari sudut pembawa, yang merupakan suatufungsi dari waktu, istilah umum modulasi phasa diartikan sebagai cakupan

 
a.  Modulasi frekuensi (FM)
Modulasi frekuensi adalah proses penumpangan gelombang informasipada gelombang carrier dengan cara mengubah-ubah frekuensi dari carrier sesuai dengan karakteristik gelombang informasi. Karena kandungan gelombanginformasi pada gelombang modulasi frekuensi  (FM) diwujudkan denganperubahan carrier, maka sistem ini memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkandengan AM (modulasi amplitudo).
Hal ini disebabkan karena gangguan-gangguan transmisi dominan terjadi pada komponen amplitudo, sedangkan padaFM memiliki amplitudo yang tetap, namun jika dari sisi pemakaian Bandwidth gelombang FM memerlukan bandwidth yang lebih lebar dibandingkan denganAM.

b.  Modulasi Phasa (PM)
Modulasi Phasa(PM) adalah suatu proses modulasi yang mengubah-ubah fasa dari gelombang carrier sesuai dengan karakteristik gelombang informasi. Modulasi fasa dihasilkan bila fasa sudut
dari pembawa dibuatmenjadi fungsi dari sinyal modulasi

*Modulasi Digital
Sistem komunikasi digital diilustrasikan pada Gambar 2.11. Gambar tersebut menunjukkan sistem pengiriman dan penerimaan digital secara umum.Pada sub bab ini akan dijelaskan secara garis besar fungsi dari masing-masingblok pada gambar tersebut. http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQFJB_UzSQDCmKUbeI86M0D9_bSXqzNxTdHUuUcEIZVmXi2VPv0vA

Sistem Komunikasi Digital Source Encoder  menerima satu atau lebih sinyal analog untuk diubahmenjadi urutan symbol-simbol. Simbol-simbol ini bisa berupa biner (1 dan 0) atau anggota himpunan yang mempunyai dua atau lebih elemen.
digunakan untuk mengkomunikasi kan lebih dari satu sumber (source), makasebuah source encoder harus dilengkapi dengan multiplexer .
.Prinsip pengoperasian source encoder dan multiplexer akan dijelaskan lebih detail padabab selanjutnya. Yang menjadi perhatian kita adalah bahwa source encoder mendapatkan input berupa time signal  (st)  dan system komunikasi data dimulai dengan sebuah sinyal digital (misalkan data didapatkan dengan menekan tomboldi keyboard).
Dari peralihan sistim komunikasi tulisan tangan menjadi sistimkomunikasi listrik, diperlukan suatu model pengamanan terhadap data yang akandikirim maupun diterima. Harus diyakinkan bahwa hanya penerima yangbersangkutan saja yang bisa memahami data atau pesan yang terkirim, dan hanya pengirim yang resmi saja yang bisa mengirimkannya. Proses
Encryption melaksanakan pengamanan tersebut.
Channel Encoder 
menaikkan efisiensi dari sistem komunikasi digital. Peralatan ini mengurangi efek dari error transmisi. Jika ada noise yang masuk kekanal bersama-sama dengan data, ada kemungkinan sebuah simbol yang sudahterkirim akan di-interpretasi kan sebagai simbol yang lain pada sisi penerima.Efek dari error-error ini dapat dikurangi dengan menerapkan struktur redundansipada sinyal data.
Output dari kanal encoder adalah sebuah sinyal digital yangdikomposisikan dalam bentuk simbol-simbol. Sebagai contoh, dalam sistem biner outputnya berupa urutan bit 1 dan 0.                             Sebuah kanal listrik dapat mengirimkansinyal yang hanya berbentuk gelombang listrik. Ini penting. Jangan beranggapanbahwa sebuah sinyal digital dapatditransmisikan dalam bentuk yang belumtermodifikasi. Sebagai contoh, jika kita menggunakan sebuah kanal suara untukmengirimkan “10101”, bukan berarti kita mengucapkan lima kata tadi, karenapengucapan satu kata saja (misalkan “satu” sama dengan 1 pada 10101), samahalnya dengan mengirim sebuah urutan sinyal analog. Jadi, di sini kitamengirimkan sebuah sinyal digital menggunakan gelombang analog.Kelihatannya ini merupakan proses yang be rsimpangan, dan memang betuldemikian. Untuk mengirim sebuah sinyalanalog, perlu diubah menjadi sinyaldigital, kemudian mengirimkan sinyal digital tersebut melalui gelombang analog,mengkonversikan bentuk gelombang analog yang diterima menjadi sinyal digitalkembali (pada receiver) dan mengubah sinyal digital tersebut kembali menjadi
 

sinyal analog. Proses ini memiliki keuntungan tahan terhadap lingkungan noisemaupun distorsi dibandingkan sistim analog langsung.Kembali ke
Carrier Modulator 
, tujuan pemakaian peralatan ini adalah untuk menghasilkan bentuk gelombang analogsesuai dengan simbol diskrit padainputnya. Pada awal pembahasan,
encryptor 
bertugas memberikan perlindungankeamanan kepada pesan-pesan yang dikirim agar tidak terbaca, atau diterimaoleh penerima yang tidak berkepentingan. Dalam hal ini, encryptor menghasilkansebuah urutan simbol yang hanya dapat dibedakan oleh penerima yangberkepentingan. Pengamanan tambahan dapat dilakukan dengan teknik
spread spectrum
, yang bertujuan menghindari dari pendengar tidak resmi.Bagian kedua dari blok diagram Gambar 2.11adalah sistim penerima digital.Sistim ini seperti cermin gambar dari pemancar. Pada sistim ini dilakukan proses“undo” dari operasi yang dilaksanakan pada pemancar. Ada satu bagian daripemancar yang dilakukan proses “undo” dua kali di penerima, yaitu
carrier modulator 
. Pada penerima, proses “undo” dari carrier modulator ini dilakukanoleh dua bagian :
carrier demodulator 
dan
symbol synchronizer 
. Begitu bentuk gelombang analog di terima di sisi penerima, ada satu hal yang harus dilakukan,yaitu mem partisi segmen simbol-simbol nya dan pesan-pesan yang dibawanya.Proses partisi ini dilakukan oleh
symbol synchronizer 
.Modulasi bandpass, untuk selanjutnya lebih sering kita singkat sebagaimodulasi saja (baik analog maupun digital) merupakan proses dimana sebuahsinyal informasi dikonversi ke suatu gelombang sinusoida. Untuk modulasi digital,suatu gelombang sinus pada durasi T dipakai sebagai acuan sebuah symboligital. Ada 3 parameter yang dapat membedakan suatu gelombang sinus dengandelombang sinus yang lain, yaitu: amplitudo, frekuensi, dan fase. Sehinggamodulasi bandpass dapat didefinisikan sebagai proses dimana amplitudoi,erkuensi, atau fase pada suatu gelombang karier RF (radio frequency ) atau mungkin kombinasi dari tiga parameter tersebut diatas bervriasi sesuai denganinformasi yang ditransmisi.

·         $  Amplitude Shift Keying
Pembangkitan gelombang AM dapat dilakukan dengan dua pendekatan berbeda.
Pertama adalah dengan membangkitkan sinyal AM secara langsungtanpa harus dengan membentuk sinyal base band .
Sehingga dalam kasus biner,generator harus mampu memformulasi satu dari dua sinyal gelombang AM yangmungkin. Teknik ini lebih dikenal dengan
amplitude shift keying (ASK), yang secara langsung menyiratkan arti sebuah terminologi yang menggambarkan suatu teknik modulasi digital.
Yang kedua dengan menggunakan sinyal baseband untuk memodulasi amplitudo suatu sinyal carrier yang dalam hal inimerupakan sinyal sinusoida (baik cos maupun sinus), seringkali ini dikenalisebagai AM analog dengan informasi dalam bentuk digital.
Anda jangan sampaisalah persepsi, kedua teknik ini merupakan pembangkitan gelombang AM untukmentransmisi informasi digital. Untuk selanjutnya keduanya kita ketahui sebagaidua bentuk pembentukan ASK atau lebih kita pahami sebagai AM digital.Perhatikan sebuah situasi dimana sinyal baseband yang ditransmisimemiliki dua kemungkinan nilai informasi yaitu antara nol (0) dan satu (1).Karena kemungkinan nilai informasinya tersusun dari dua keadaan tersebutmaka selanjutnya sistem ini kita kenal dengan binary ASK atau kadang lebihdisukai dengan menyebutnya sebagai BASK yang merupakan singkatan dari binary amplitude shift keying.
·         Frequency Shift Keying
Frequency shift keying (FSK) merupakan sistem modulasi digital yang relatif sederhana, dengan kinerja yang kurang begitu bagus dibandingkan sistemPSK atau QAM. FSK biner adalah sebuah bentuk modulasi sudut denganenvelope konstan yang mirip dengan FM konvensional, kecuali bahwa dalamm odulasi FSK, sinyal pemodulasi berupa aliran pulsa biner yang bervariasidiantara dua level tegangan diskrit sehingga berbeda dengan bentuk perubahanyang kontinyu pada gelombang analog. Ekpresi yang umum untuk sebuah sinyal fsk biner


·         $ Phase Shift Keying
Dalam modulasi analog kita sulit membedakan antara modulasifrekuensi dengan modulasi fase, sehingga keduanya dikatagorikan sebagai halyangsama karena keduanya memiliki pengaruh yang sama pada sinyal carrier yaitu perubahan frekuensi sesuai dengan variasi amplitudo sinyal informasi yangmemodulirnya.Dalam kasus modulasi digital perbedaan antara frekuensi modulasidengan fase modulasi cukup jelas, karena dalam modulasi digital sinyal informasimemiliki bentuk gelombang diskrit. Seperti dalam hal modulasi amplitudo danmodulasi frekuensi, kita memulai dengan sinyal carrier sinusoida yang memilikibentuk dasar Acos[q(t)]. Dengan adanya proses modulasi pada fase gelombangcarrier tersebut yaitu dengan sistem
 phase shift keying (PSK) .
            Dalam hal ini nilai f(t) memberikan pengertian bahwa fase darigelombang tersebut termodulasi dan mengandung informasi sesuai dengan inputdari sinyal baseband pemodulasinya.Dalam
binary phase shift keying 
(BPSK), dua output fase yang mungkinakan keluar dan membawa informasi (“binary” dimaksudkan disini “2”). Satu faseoutput (0o misalnya) mewakili suatu logic 1 dan yang lainnya (misalnya 180o)logic 0. Sesuai dengan perubahan keadaan sinyal input digital, fase pada outputcarrier bergeser diantara dua sudut yang keduanya terpisah 180o (180 out of phase). Nama lain untuk BPSK adalah phase reversal keying (PRK) dan biphase modulation